|
|
Perlukah ROBOT di Indonesia? Oleh: Abdillah, S.Pd.
Dari berita Metro TV saat ini terdapat lebih kurang 250.000 guru bantu dan pemerintah akan segera mengangkat sebagian dalam waktu dekat secara bertahap. Pertama akan diangkat 75 ribu sampai dengan tahun 2009. Sisanya entah kapan. Ini berarti negara harus menganggarkan pertahunnya untuk yang ke 75 ribu tersebut sebesar 540 milyar atau lebih dari setengah triliun pertahun jika gaji mereka sebesar 600.000 rupiah perbulan perorang. Apabila ke 250.000 guru bantu tersebut diangkat seluruhnya pun masih belum terpenuhi kebutuhan guru di Indonesia. Betapa tidak, di Kabupaten Bogor saja yang letaknya tak jauh dari Jakarta masih banyak sekelolah yang kekurangan Guru. Bahkan ada sekolah yang hanya terdapat satu guru sekaligus merangkap sebagai kepala sekolah dan penjaga sekolah. Menyedihkan memang. Ini sama artinya kemajuan Indonesia masih terlalu jauh untuk dicapai. Ironisnya, masih banyak sarjana pendidikan dan lulusan akademi pendidikan yang masih nganggur. Ketika penulis masih menjadi mahasiswa pendidikan di Jurusan pendidikan luar sekolah Universitas Negeri Jakarta, penulis bersama rekan seangkatan (Tahun 2001) melakukan survey untuk Praktek Kerja Lapangan di Desa Suka Makmur Kabupaten Bogor di Tahun 2003, seperti di ceritakan di atas, di Desa tersebut terdapat satu sekolah yang hanya memiliki satu guru yang merangkap sebagai guru kelas 1 s/d kelas 6 sekaligus merangkap kepala sekolah dan penjaga sekolah. Penulis berfikir, bagaimana mungkin anak didik akan berkualitas jika satu sekolah hanya terdapat satu guru. Melihat kenyataan tersebut, timbul ide penulis untuk membuat media pengajar yang dapat dioperasikan dari jauh. Misalnya dengan media telekonferen. Namun anak memerlukan vigur didepan kelas yang dapat memotivasinya. Maka, timbulah ide membuat robot. Pembuatan robot yang dilakukan penulis memakan waktuy satu tahun. Mulai dari rancangan program menggunakan visual basic yang dapat di remot melalui internet, juga membuat rancangan elektronika dan mekanikanya. Rancangan kemudian secara konseptual dibuat proposal untuk mendapatkan dukungan baik dari pemerintah, lembaga teknologi mau pun sektor swasta. Tetapi penulis tidak mendapat dukungan satu pun. Akhirnya penulis dengan biaya sendiri mencoba menggunakan barang-barang bekas dan peralaran komputer yang penulis miliki. Yakni, Komputer Desktop, 2 buah Laptop, Acces Point, PDA yang dapat dikoneksikan dengan Internet dan perangkat lainnya. Untuk eletronikanya, pengetahuan dasar tentang konsep logika dalam elektronika yang penulis pahami, terutama mengenai bentuk gerbang logika AND, NAND, OR, NOR dan EXOR menjadikan penulia mampu untuk mengubah data BINER ke HEXADESIMAL dan Conveter Variant untuk mengubah-ubah Hexadesimal ke Negative atau Positif. Dengan Tambahan kemampuan memprogram visual basic membuat penulis mampu membuat program pengendali robot yang menggunakan logika matematika eletronika dan komputer yang dapat diremot melalui jalur internet. Artinya robot dapat dikendalikan dari seluruh tempat di dunia ini asal terhubung dengan gelobang GPRS dan internet. Untuk mekanika robot, penulis dengan kempuan dasar logika listrik arus serah dan motor listrik DC, serta pengetahuan tentang trasmisi daya dalam mekanika, akhirnya penulis berhasil membuat robot yang mekanikanya digerakan dengan menggunakan motor DC bekas yang didapat penulis dari tukang loak di Jatinegara Jakarta. Alhasil maka terciptalah robot yang diberi nama ROBOT ABDA 001-2007. Melihat kemampuan robot yang dapat bergerak bahkan serta dapat mengirimkan video streaming, membuat penulis semakin ”melihat” banyak manfaat yang dapat dilakukan melalui robot ini, antara lain: untuk penelitian gunung berapi, menjaga wilayah Indonesia di tempat-tempat perbatasan negara dan wilayah-wilayah kepulauan yang rawan penyelundupan dan kriminal lainnya, perlengkapan untuk JIHANDAK BRIMOB, dan lain-lain selain untuk tujuan semula yaitu sebagai media pengajaran pendidikan. Namun seberapa pentingkah robot di Indonesia?. Penulis sebagai peneliti merasa bahwa sudah saatnya Indonesia mempersiapkan diri ke masa depan, yaitu salah satunya perlu dilakukan research-research yang menggunakan teknologi tinggi dan bernilai strategis. Saat ini mungkin robot dirasa belum penting. Tetapi suatu saat nanti mungkin kebutuhan robot yang fungsional sangat diperlukan. Trlebih lagi wilayah Indonesia yang sangat luas dan rawan bencana. Sayang pemerintah dan sektor suasta belum menyadari hal ini. Bahkan HABIBI CENTER yang selama ini kita rasa sarat dengan dukungan terhadap penelitian berteknologi, penulis tidak mendapat jawaban apa pun dari proposal yang penulis ajukan kesana. Mungkin inilah yang banyak peneliti di Indonesia rasakan, yaitu sulitnya mencari dukungan, sehingga sangat minim hasil karya dari putra bangsa. Meski pun kenyataannya demikian, penulis akan terus mengembangkan robot-robot lainnya yang semakin canggih terutama Robot ANDROID yaitu robot berbentuk seperti manusia dengan bahan silikon untuk kulitnya dan mampu berekspresi seperti yang telah berhasil dilakukan salah satu perguruan tinggi di Jepang tapi robot Android di Jepang tersebut belum mampu membuat Androidnya berjalan kaki 2. Sedang Toyota berhasil membuat robot HUMANOID yang mampu berjalan diatas kaki 2. Semoga penulis akan mendapat dukungan dari banyak pihak. Insya Allah.
|
|